Tampilkan postingan dengan label Preview mOntase Edisi Terbaru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Preview mOntase Edisi Terbaru. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Desember 2008

Batman Movies





Siapa yang tak kenal ksatria malam bersimbol kelelawar ini? Batman bisa jadi adalah salah satu ikon pop culture paling populer dalam sejarah manusia, dari komik, radio, televisi, merchandise, mainan, video game, hingga film.  Everybody needs a hero. Mungkin ini adalah alasan mengapa superhero, termasuk diantaranya Batman, bisa diterima secara universal oleh beragam budaya di bumi ini. Dalam dunia film, Batman adalah sosok superhero paling populer, paling laris, dan paling banyak diproduksi dari masa ke masa. Satu hal yang menarik adalah interpretasi medium film terhadap ksatria malam ini muncul dalam berbagai bentuk dan gaya melalui imajinasi para pembuat filmnya. 


Batman


    
       Bagi penonton masa kini Batman jelas sudah terlalu kuno. Secara setting dan kostum jelas jauh berbeda pendekatan dengan Batman versi Burton atau Nolan. Gaya televisi jelas masih dominan dengan pencahayaan yang terang benderang, setting interior di studio layaknya opera sabun, kostum layaknya badut, lalu akting dan dialog yang dilebih-lebihkan. Batcave layaknya sebuah laboratorium dengan segala peralatannya yang artifisial. Namun kendaraan Batman seperti Batmobile dan Batboat tidak begitu buruk rancangannya.

Batman Returns





Walaupun film ini adalah sekuel dari Batman (1989) namun kisahnya sama sekali terpisah. Tidak seperti sebelumnya kisah film kali ini cukup rumit dan penuh intrik untuk penonton dewasa sekali pun. Adegan dialog banyak mendominasi dan minim sekuen aksi. Tokoh-tokohnya yang �absurd� (tidak nalar) berbuntut pula pada jalan kisahnya yang �absurd�, tidak fokus, dan sulit ditebak. Karakter Penguin tak jelas sikapnya, dalam satu sisi ia sangat cerdas namun anehnya emosinya mudah terpancing hingga melakukan hal-hal diluar dugaan yang konyol. Cat Woman yang sebenarnya hanya dendam dengan Shreck juga mencampuri urusan Batman dan Penguin, juga kisah asmara antara Selina dengan Bruce Wayne semakin menambah rumit suasana.  


Trilogi The Dark Knigth




Belum pernah ada trilogi film yang memiliki pencapaian serupa. Sebenarnya apa yang menjadi kekuatan tiga film ini sehingga sering disebut terobosan baru bagi genre superhero? Apakah karena semata sosok Batman yang memang sudah menjadi ikon universal; apakah pendekatan realistik yang digunakan pencapaian estetiknya; atau pendekatan psikis tema dan kisahnya; atau karena sentuhan ajaib Nolan; atau lainnya? Bisa jadi semua benar. Artikel ini mencoba mengungkap dari sisi tema dan kisahnya, bukan tentang Bruce Wayne, Batman, Joker, atau Bane namun tentang perjalanan seorang manusia menghadapi trauma, rasa takut, serta ujian fisik dan mental maha hebat yang harus dilampauinya untuk bisa menjadi seorang �Superhero�.